Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124



Baju adat Lombok merupakan pakaian tradisional dari Suku Sasak, masyarakat asli Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pakaian ini biasanya digunakan dalam acara adat, pernikahan, upacara budaya, hingga penyambutan tamu penting, dan menjadi salah satu simbol identitas budaya yang masih sangat dijaga hingga sekarang.
Untuk laki-laki, pakaian adat Sasak umumnya terdiri dari baju lengan panjang berwarna gelap atau putih yang dipadukan dengan kain songket atau tenun khas Lombok. Mereka juga memakai ikat kepala (sapuq) yang melambangkan kehormatan dan tanggung jawab sebagai seorang pria Sasak. Dalam beberapa acara adat, laki-laki juga membawa keris sebagai simbol keberanian dan kewibawaan.

Baju adat Sumbawa merupakan pakaian tradisional dari Suku Samawa, salah satu suku besar di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pakaian adat ini mencerminkan kesederhanaan, ketegasan, dan nilai kehormatan yang kuat dalam kehidupan masyarakat Sumbawa.
Untuk laki-laki, baju adat Sumbawa biasanya terdiri dari baju lengan panjang yang dipadukan dengan kain tenun khas Sumbawa serta ikat pinggang. Pada acara adat atau upacara penting, laki-laki juga menggunakan ikat kepala (destar) yang menjadi simbol kewibawaan dan tanggung jawab. Beberapa perlengkapan tambahan seperti keris juga dapat digunakan sebagai lambang keberanian.
Sementara itu, pakaian adat perempuan Sumbawa umumnya berupa kebaya atau baju adat tradisional yang dipadukan dengan kain tenun Sumbawa yang bermotif khas. Warna dan motif kain biasanya mencerminkan keindahan alam serta nilai budaya masyarakat setempat. Perempuan juga sering mengenakan selendang dan perhiasan sederhana untuk menambah keanggunan.

Baju adat Bima–Dompu atau dikenal juga sebagai pakaian adat Mbojo adalah busana tradisional masyarakat asli wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima serta Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa. Pakaian adat ini mencerminkan karakter masyarakat Mbojo yang tegas, berwibawa, dan menjunjung tinggi kehormatan serta adat istiadat.
Untuk laki-laki, baju adat Mbojo biasanya berupa baju lengan panjang yang dipadukan dengan kain tenun Bima (tembe nggoli) serta ikat kepala khas yang disebut “sapu” atau “rimpu laki” dalam beberapa variasi tradisi. Pada acara adat tertentu, laki-laki juga dapat memakai keris sebagai simbol keberanian, martabat, dan tanggung jawab.